Penelitian Lingkungan Pantai Desa Lingadan
![]() |
| Tujuan Ke pantai |
Siswa SDN 2 Lingadan Melakukan Penelitian sebagai pembelajaran Bahasa Indonesia dalam membuat suatu laporan Penelitian. peserta penelitian dari kelas 6 dengan jumlah 20 siswa, 4 Laki-laki dan 16 perempuan,
Pelestarian laut dan pantai
Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut, pengrusakan hutan bakau, merupakan kegiatan-kegiatan manusia yang merupakan kebutuhanmanusia namun mengancam kelestarian laut dan pantai. Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai disebabkan telah hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang merupakan pelindung alami terhadap gempuran ombak.

Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara:
1) Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.
2) Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.
3) Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
4) Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.
Pelestarian flora dan fauna Kehidupan di bumi
merupakan sistem
ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya.
Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan.Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:
1) Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.
2) Melarang kegiatan perburuan liar.
3) Menggalakkan kegiatan penghijauan.
Hasil laporan siwa peniliti adalah :
A. 100% siswa melaporkan bahwa pantai Desa Lingadan masih banyak melakukan pembuangan sampah
di tepi pantai, sehingga pantai tidak tertata baik, yaitu kurang menjaga kebersihan lingkungan pantai. atau lingkungan pemukiman masyarakat pantai. mengakibatkan banyaknya sumber bibit penyakit seperti malaria.Setelah siswa melakukan penelitian tentang bagian 1) kebersihan lingkungan pantai Desa Lingadan maka dirumuskan secara kelompok siswa untuk melakukan :
Upaya Pelestarian Pantai/laut Desa Lingadan adalah :
- Melakukan pembersihan lingkungan pantai secara masal oleh masyarakat Desa Lingadan
- Menjaga air laut tetap bersih dengan cara melarang
pembuangan sampah dan limbah di laut/pantai Desa Lingadan. - Melakukan penataan pantai desa Lingadan sebagai objek wisata penduduk setempat.
- Melakukan Menanam kembali pohon bakau di sepanjang pantai
MELAKUKAN KEGIATAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN SECARA RUTIN SETIAP BULAN BERJALAN.JADWAL DAPAT DI SUSUN OLEH APARAT PEMERINTAH SETEMPAT SESUAI DENGAN HASIL RAPAR /MUSYAWARAH DESA.
B. Adanya perlindungan terhadap hewan tertentu yang hidup di laut agar tidak menjadi punah.
100% siswa melaporkan tidak ditemukan alat atau bahan penangkapan hewan tertentu yang hidup di laut. seperti pukat harimau alat penangkapan ikan dengan jaring-jaring kecil, bahan - bahan peledak, tumpukan - tumpukan batu karang dll.
maka siswa menysun satu ide Pelarangan menggunakan bahan peledak, bahan racun, dan
aliran listrik saat menangkap ikan.
Pelarangan menggunakan jaring yang kecil saat
menangkap ikan sebab dengan menggunakan alat tersebut ikan yang masih kecil akan ikut terjaring.Adanya pelarangan merusak terumbu karang.
Pelaran melalui penyampaian siswa secara lisan kepada para masyarakat nelayan di wilayah pantai desa Lingadan.
dari ahsil laporan ini smoga pihak terkait dapat membaca, mengambil perhatiannya terhadap lingkungan pantai Desa Lingadan.
Tindak lanjut laporan ini dapat di jadwalkan pada minggu 3 bulan oktober 2014, setelak ada response dari pihak pemerintah desa Lingadan.

BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Masyarakat Desa Lingadan merupakan masyarakat yang berada
tepatnya pada pesisir pantai dengan mata
pencahariannya sehari-harinya yaitu nelayan. Masyarakat Desa Lingadan merupakan
tempat pusat keramaian karena Desa Lingadan yang berada di Kecamatan Dako
Pemean
Sehubungan dengan topik yang kami ambil dalam penelitian ini
yaitu “Pencemaran Lingkungan” yang di
akibatkan oleh sampah, maka Desa Lingadan ini merupakan lokasi yang kami ambil
dalam penelitian.
Sampah merupakan hal yang sangat berpengaruh dan berdampak
negatif bagi kesehatan dan kelangsungan masyarakat pesisir pantai (Masyarakat Desa Lingadan ). Tumpukan
sampah yang terjadi pada daerah Desa Lingadan ini sunggunh sangat
memperihatinkan, karna tidak adanya kesadaran masyarakat setempat untuk
mencegah dan menanggulangi masalah tersebut. Pemerintah Desa juga tidak melihat
hal ini sebagai suatu kewajiban yang harus mencegah dan melestarikan lingkungan
tempat masyarakat Desa Lingadan berdomisili.
Dengan lebih pesat dan meningkatnya kualitas penduduk maka
penumukan sampah ini sampai sekarang tidak teratasi. Masyarakat Desa Lingadan merasa
resah dan gelisah dengan kondisi lingkungan mereka yang sungguh
memperihatinkan, karena banyak masyarakat yang terkena penyakit. Namun
masyarakat Desa Lingadan juga tidak sadar dan menyadari bahwa semua itu terjadi
karena ulah dan perbuatan dari mereka sendiri.
Indonesia terletak sangat strategis, yaitu di daerah tropis,
diapit oleh dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera (Hindia dan
Pasifik). Letak yang strategis ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang
kaya akan sumber daya alam khususnya pesisir. Wisata bahari, budi daya tambak,
pertambangan dan pemukiman adalah beberapa contoh potensi ekonomi yang bernilai
tinggi. Tak heran apabila daerah pesisir menjadi daya tarik bagi seluruh pihak
untuk mengelolah dan memanfaatkannya dari segi ekonomi maupun politikya.
Delinom (2007:2) mendefinisikan, daerah pesisir adalah jalur tanah darat/kering
yang berdampingan dengan laut, dimana lingkungan dan tata guna lahan
mempengaruhi secara langsung lingkungan ruang bagian laut, dan sebaliknya.
Daerah pesisir adalah jalur yang membatasi daratan dengan laut atau danau
dengan lebar bervariasi.
Daerah ini selalu berkembang dengan pesatnya pembangunan
yang dilakukan berbagai pihak. Pihak-pihak tersebut secara tidak langsung
mengakibatkan kerusakan lingkungan karena aktivitas yang dilakukan di darat
maupun di laut. Hal ini menjadikan ekosistem pesisir sebagai ekosistem yang
rentan terhadap kerusakan dan perusakan baik alami maupun buatan. Penanggulangan
atas permasalahan tersebut secara bijak dan tepat dapat mengurangi maupun
mencegah kerusakan yang terjadi. Laporan ini menyajikan permasalahan pesisir
pantai Desa Lingadan yang diakibat oleh faktor alam maupun manusia beserta
penanggulangannya yang tepat atas permasalahan yang dihadapi.
B.
Rumusan Masalah
Dari
latar belakang di atas maka masalah yang kami ambil adalah :
1.
Apa yang menyebabkan sehingga
terjadinya penumpukan sampah pada masyarakat pesisir khususnya daerah Desa
Lingadan .
2.
Apa dampak yang ditimbulkan dari
masalah tersebut?
3.
Bagaimana cara mengatasi masalah
tersebut ?
4.
Bagaimana cara pengelolaan sampah
yang merupakan proses daur ulang?
C.
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan yang di maksud adalah untuk mengetahui dan
memahami masalah kesehatan lingkungan hidup yang terjadi pada masyarakat
pesisir khususnya daerah Desa Lingadan .
BAB II
LANDASAN TEORI
A.
Landasan Teori
Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di
sekitar manusia yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung
maupun tidak langsung. Lingkungan biasa di bedakan menjadi 2, yaitu lingkungan
biotik dan abiotik.
Persoalan lingkungan hidup merupakan persoalan yang bersifat
sistemik, kompleks, serta memiliki cakupan yang luas. Oleh sebab itu, materi
atau isu yang diangkat dalam penelitian pencemaran lingkungan yang diakibatkan
oleh sampah juga sangat beragam. Sesuai
dengan kesepakatan nasional tentang Pembangunan Berkelanjutan yang ditetapkan
dalam Indonesian Summit on Sustainable Development (ISSD) di Yogyakarta pada
tanggal 21 Januari 2004, telah ditetapkan 3 (tiga) pilar pembangunan
berkelanjutan yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Kehidupan manusia tidak bisa di pisahkan dari lingkungannya.
Baik lingkungan alam maupun lingkungan social. Kita bernapas memerlukan udara
dari lingkungan sekitar. kita makan minum menjaga kesehatan semuannya
memerlukan lingkungan.
Adapun berdasarkan UU No.23 tahun 1997 lingkungan hidup
adalah kesesuaian ruang dengan semua benda dan kesatuan mahluk hidup termasuk
di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan
kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya.
Lingkungan
hidup adalah
kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk
manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan
perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Demikian
pengertian lingkungan hidup sebagaimana dalam Undang-undang No. 32 Tahun 2009
tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sampah adalah tempat
mengkarantinakan sampah atau menimbun sampah yang diangkut dari sumber sampah
sehingga tidak mengganggu lingkungan.
Sampah merupakan material sisa yang
tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep
buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya
produk-produk yang tak bergerak. Sampah dapat berada pada setiap fase materi:
padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan
terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa
dikaitkan dengan polusi. Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar
datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya
pertambangan, manufaktur, dan konsumsi.
Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan
jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi.
1.
Adapun dampak negatif yang
ditimbulkan dari sampah yang tidak dikelola dengan baik adalah sebagai berikut:
a.
Gangguan Kesehatan:
Timbulan
sampah dapat menjadi tempat pembiakan lalat yang dapat mendorong penularan
infeksi dan dapat menimbulkan penyakit yang terkait dengan tikus.
b.
Menurunnya kualitas lingkungan
c.
Menurunnya estetika lingkungan
Timbulan
sampah yang bau, kotor dan berserakan akan menjadikan lingkungan tidak indah
untuk dipandang mata.
d.
Terhambatnya pembangunan negara
Dengan
menurunnya kualitas dan estetika lingkungan, mengakibatkan pengunjung atau
wisatawan enggan untuk mengunjungi daerah wisata tersebut karena merasa tidak
nyaman, dan daerah wisata tersebut menjadi tidak menarik untuk dikunjungi.
Akibatnya jumlah kunjungan wisatawan menurun, yang berarti devisa negara juga
menurun.
Sebelum kita melakukan penelitian dan dampaknya terhadap
masyarakat pesisir, terlebih dahulu harus dilakukan pencarian lokasi yang
sampahnya sangat mempengaruhi lingkungan pada masyarakat pesisir pantai karena suatu
Sampah sudah tentu dan pasti akan menimbulkan dampak negatif.
B.
LOKASI
Lokasi tempat kami malakukan observasi yaitu di Desa
Lingadan . Observasi tersebut di lakukan pada hari Rabu 8 Oktober 2014 pada
pukul 08.30 s/d selesai.
C.
PROSEDUR
Adapun prosedur yang di lakukan pada saat pengambilan data
yaitu dengan cara sebagi berikut :
a)
Teknik observasi ( pengamatan) : teknik ini di lakukan untuk mendapatkan
hasil mengenai keadaan atau kondisi lokasi yang di amati.
b)
Teknik interview ( wawancara) : teknik ini di lakukan untuk
mendapatkan data primer maka menggunakan teknik wawancara. wawancara yang pelaksanaanya di lakukan secara bebas
dan menggunakan pertanyaan –pertanyaan terbuka yang di lakukan sacara porpusive
dengan narasumber atau responden yang dalam hal ini adalah masyarakat di
pesisir pantai tempat penumpukan sampah.
Pada hari Rabu 8 Oktober 2014 pada pukul 08.30 kami
berkunjung ke pantai Desa Lingadan untuk
melakukan observasi di tempat penumpukan sampah. Sebelum kami melakukan
observasi dan wawancara di lokasi tersebut terlebih dahulu kami berkunjung ke
Tempat istirahatan para nelayan salah
satu warga setempat dengan tujuan untuk meminta izin melakukan wawancara dengan
beliau dan masyarakat sekitar. Sebelum melakukan wawancara dengan warga, kami yang beranggotakan 20 orang siswa yang
ditugaskan oleh guru kelas 6 untuk melakuakan penelitian sampah dan dampaknya
oleh masyarakat pesisir pantai.
Sebelum malakukan wawancara kami memilih lokasi yang akan di
wawancara. Kami sekelompok mulai melakukan wawancara kepada salah satu warga di
lingkungan Desa Lingadan Pada setiap
warga yang kami wawancarai menyambut kami dengan baik. kami mewawancarai warga
dengan cara berkunjung ke pelabuhan Nelayan. Hal pertama yang kami lakukan pada
saat wawancara yaitu setiap siswa berkenalan dengan warga yang kami kunjungi,
pada saat wawancara kami menanyakan nama, umur, jumlah anggota keluarga dan
pekerjaan. Setelah itu kami mulai mewancarai dan mengajukan beberapa pertanyaan
kepada warga yaitu sesuai dengan instrument pengamatan lapangan yang kami
amati. Setiap pertanyaan yang kami ajukan pada setiap warga, tiap kelompok sama
dan hampir semua jawaban sama dari setiap warga yang kami wawancarai. Warga
yang kami wawancarai menjawab setiap pertanyaan yang kami ajukan dengan bahasa
baku yang belum begitu baik tapi kami sudah senang karna mereka sudah bisa
menjawab pertanyaan yang kami ajukan.
Pada saat melakukan wawancara di antara kami melakukan
kegiatan lain yaitu mengambil gambar ketika kami sedang malakukan wawancara
kegiatan tersebut kami lakukan secara bergantian. Setelah melakukan wawancara
dengan warga kami pun kembali berkumpul.
Setelah kami melakukan tinjauan lokasi, kami pun pulang
kembali ke sekolah
D.
Hasil Pengamatan Dan Wawancara Berupa Data Dan Deskripsi
Lokasi
a.
Hasil pengamatan dan wawancara berupa data
Hasil wawancara pada masyarakat
setempat Kelompok oleh pertama :
1)
Nama :
Bapak
Umur : Tahun
Pekerjaan : Nelayan
Hasil
wawancara :
Jawab:
Terjadinya
penumpukan sampah yang begitu banyak ini karena tidak adanya kesadaran dari
masyarakat setempat karena hal ini terjadi bukan dari masyarakat yang berada di
tempat ini saja, Sebab sampah-sampah ini juga dari aliran got pembuangan lain
Jawab:
Pada
tahun 2014 warga setempat mengajukan permohonan ke pemerintah Desa untuk
pembuatan bak sampah dan tanggul pada daerah ini. Dan pemerintah Desa
menanggapinya dengan baik.Namun sampai sekarang
apa yang diharapkan oleh warga setempat tidak terlaksana.
Jawab :
Ia.
Kami warga setempat juga membuang sampah ke laut.
Jawab:
Jika
terjadi air pasang maka rumah-rumah yang berada pada pesisir pantai ini
tergenang oleh air dan tumpukan sampah. Karena dulunya warga yang sekarang
berada pada pesisir pantai ini jauh dari air laut. Tapi, sekarang ini air laut
sudah dekat dengan rumah-rumah yang berada pada masyarakat pesisir pantai ini.
Jika pada musim timur, warga masyarakat sangat terganggu dengan sampah yang
berserakan di sekeliling rumah mereka.
Hasil wawancara pada masyarakat
setempat Kelompok oleh ke-2:
2)
Nama :
Bapak
Umur : Tahun
Pekerjaan : Nelayan
Hasil
wawancara :
Jawab:
Jika
hal ini terjadi banyak masyarakat yang merasa resah. Karena banyak lalat dan
nyamuk dari penumpukan sampah tersebut, dan hal ini terjadi bukan sekarang ini
saja, tetapi sudah lama. Sehingga ada sebagian warga yang terserang penyakit,
diantaranya Sakit kepala, sakit perut, gatal-gatal, dan DBD.
Jawab:
Warga
mengadakan permohonan kepada pemerintah Desa agar mengadakan bak sampah dan
tanggul. Tapi sampai saat ini juga permohonan tersebut tidak terealisasi. Mau
di cegah juga sulit, karena ketidakadanya kesadaran dari pada masyarakat. Sebab
mereka menganggap bahwa laut merupakan tempat pembuangan sampah terbesar.
Sehingga hal ini terus menerus terjadi.
Jawab :
Kami
membuang sampah di lokasi pantai
Jawab:
Merasa
tidak nyaman karena banyak lalat. Ketika ada tamu yang datang kerumah, saya
sering merasa tidak nyaman karena bau busuk yang tidak menyenangkan.
b.
Deskripsi Lokasi
Komplek Desa Lingadan merupakan tempat yang kami kunjungi Desa
Lingadan merupakan salah satu tempat tergenang dan bertumpuknya sampah.
Desa Lingadan merupakan kompleks yang berada di tengah Desa yang
letaknya berada di pesisir pantai yang pemandangannya sangat indah serta
hamparan laut biru dan bukit-bukit tinggi Aroma laut dan udara yang masih alami
serta warga-warga yang sangat ramah menambah indahnya pesona .
Pemandangan sepanjang pantai menuju kompleks Desa Lingadan ini
sangatlah indah. Di kelilingi kapal-kapal kecil
dan perahu yang sedang mengapung, pemandangan laut yang dapat di lihat
sepanjang pantai.
Namun, di Kompleks Desa Lingadan yang berada dekat dengan
pesisir pantai ini warga tampaknya tidak mau tahu dengan kesehatan lingkungan
di sekitar rumah mereka. Mereka membuang sampah tidak pada tempatnya tetapi
membuang sampah di tepi laut. Bagaimana kesehatan mereka dapat terjaga kalau
mereka selalu membuang sampah tidak pada tempatnya, malahan dari ulah mereka
sendirilah sehingga mereka selalu di serang penyakit.
BAB III
PEMBAHASAN
Pendidikan lingkungan Hidup (environmental education – EE)
adalah suatu proses untuk membangun populasi manusia di dunia yang sadar dan
peduli terhadap lingkungan total (keseluruhan) dan segala masalah yang
berkaitan dengannya, dan masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan,
sikap dan tingkah laku, motivasi serta komitmen untuk bekerja sama, baik secara
individu maupun secara kolektif , untuk dapat memecahkan berbagai masalah
lingkungan saat ini, dan mencegah timbulnya masalah baru [UN - Tbilisi, Georgia
- USSR (1977) dalam Unesco, (1978)].
Masalah kesehatan lingkungan baik itu penyediaan air bersih,
pembuangan sampah dan kotoran manusia merupakan salah satu dari berbagai
masalah kesehatan yang kerap terjadi di berbagai daerah. Penyediaan sarana
kesehatan lingkungan terutama dalam pelaksanaannya tidaklah mudah, karena
menyangkut peran serta masyarakat yang biasanya sangat erat kaitannya dengan
perilaku, tingkat ekonomi, kebudayaan dan pendidikan.
Pengelolaan sampah adalah
pengumpulan, pengangkutan, pendaur-ulangan , atau pembuangan dari
material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yang
dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi
dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau keindahan. Pengelolaan
sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam . Pengelolaan
sampah bisa melibatkan zat padat, cair, gas, atau radioaktif dengan metoda dan
keahlian khusus untuk masing masing jenis zat.
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah
berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam
proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak
bergerak. Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas.
Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah
dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi. Dalam
kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal
juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi.
Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan
jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi. Jenis-jenis sampah
Berdasarkan sifatnya
Sampah organic dapat diurai (degradable). Sampah Organik terdiri
dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau
dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan
mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar
merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur,
sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun
Sampah anorganik –
tidak terurai (undegradable) Sampah Anorganik berasal dari sumber daya
alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri.
Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium.
Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam,
sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama.
Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol plastik, tas
plastik, dan kaleng.
1. Jenis-jenis
sampah Berdasarkan bentuknya
a.
Sampah Padat
Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran
manusia, urine dan sampah cair. Dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur,
sampah kebun, plastik, metal, gelas dan lain-lain.
Menurut bahannya sampah ini dikelompokkan menjadi sampah
organik dan sampah anorganik. Sampah organik Merupakan sampah yang berasal dari
barang yang mengandung bahan-bahan organik, seperti, kotoran hewan, kertas,
potongan-potongan kayu dari peralatan rumah tangga, potongan-potongan ranting,
rumput pada waktu pembersihan kebun dan sebagainya.
b.
Sampah Cair
Sampah cair ada dan tidak diperlukan kembali dan dibuang ke
tempat pembuangan sampah.Limbah
hitam: sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung patogen
yang berbahaya.Limbah rumah tangga: sampah cair yang dihasilkan dari dapur,
kamar mandi dan tempat cucian. Sampah ini mungkin mengandung patogen.Sampah
dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas.
2.
Pengelolaan sampah merupakan proses yang diperlukan dengan
dua tujuan:
1
BAB
KESIMPULAN
A.
KESIMPULAN
Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di
sekitar manusia yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung
maupun tidak langsung. Lingkungan biasa di bedakan menjadi 2, yaitu lingkungan
biotik dan abiotik.
Lingkungan
hidup adalah
kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk
manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan
perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Sampah
merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses.
Sampah merupakan konsep buatan
manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya
produk-produk yang tak bergerak. Sampah dapat berada pada setiap fase materi:
padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan
terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa
dikaitkan dengan polusi. Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar
datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya
pertambangan, manufaktur, dan konsumsi.
Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan
jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi.
Sebagian besar Masyarakat Desa
Lingadan bekerja sebagai nelayan. Oleh karena itu, laut sangat berpengaruh
besar bagi kelangsungan hidup. Laut di gunakan sebagai pemenuhan kebutuhan dan
sebagai sumber penghasilan bagi masyarakat Apui. Pencemaran laut akan sangat
berpengaruh bagi para nelayan, karena sampah-sampah yang berserahkan akan
mempersulit para nelayan dalam managkap ikan.
Untuk mencegah terjadinya pencemaran
tersebut warga seharusnya membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan sampah-sampah
yang telah menumpuk di buang ke tempat pembuangan sampah yang tepat. Agar
keindahan alam yang terdapat di Desa Lingadan tetap terjaga kelestariannya.
B.
SARAN
Dari penelitian yang telah dilakukan, maka Penulis dapat
memberikan saran sebagai berikut :
1.
Kepada masyarakat khususnya
masyarakat pesisir pemukiman Desa Lingadan. agar lebih memperhatikan lingkungan
mereka yang sudah dicemari oleh berbagai tumpukan sampah karena walaupun hal
ini terjadi bukan dari masyarakat setempat saja tapi juga merupakan masyarakat
yang ada pada daerah pasar maka perlu
adanya kesadaran agar mengurangi pembuangan sampah secara berlebihan agar tidak
terjadi pencemaran lingkungan karna akan menimbulkan efek buruk bagi diri kita.
2.
Kepada instansi terkait terutama
Dinas Pemeliharaan dan Penanggulangan Lingkungan Hidup agar lebih memperhatikan
lingkungan yang tercemar demi kesehatan dan kelangsungan hidup bersama.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar