Selasa, 30 Agustus 2016

Kamis, 03 September 2015

PEMBERHENTIAN PEGAWAI SDN 2 LINGADAN OLEH KEPALA SEKOLAH

Secara tiba-tiba, Kepala sekolah mengeluarkan surat Pemberhentian kepada salah seorang honor pegawai sekolah (Tenaga Administrasi) melalui SMS, hal tersebut merupakan tindakan kurang akurat menurut pandangan kita terhadap para pemimpin - pemimpin yang bertindak sebagaimana yang dilakukan hal tersebut. tanggal dikeluarkannya 01 July 2015
apa yang menjadi dasar hukum sehingga dapat mengeluarkan surat pemecatan terhadap TU tersebut? diketahui bahwa pengabdiannya sebagai Honor TU di sekolah ini sudah 6 tahun, yang memiliki NUPTK,.
sungguh disesalkan hal ini dapat terjadi, karena tak dapat memikirkan nasib sebagai sang Pengabdi terhadap negara dan bangsa....

Sabtu, 08 November 2014

Lintas Alam

Tanggal 2 Nov 2014, siswa SDN 2 Lingadan melakukan Kegiatan Pramuka yang bertemakan Lintas Alam, di kawasan pesisir pantai Tanjung Bone.
Banyaknya rintangan yang dilintasi oleh peserta, termasuk rintangan tebing bebatuan.
Tujuan kegiatan adalah melatih diri berusaha melewati rintangan.





Selasa, 07 Oktober 2014

Laporan Penelitian Pelestarian Lingkungan Pantai Desa Lingadan



 Penelitian Lingkungan Pantai Desa Lingadan  

Tujuan Ke pantai
Siswa SDN 2 Lingadan Melakukan Penelitian sebagai pembelajaran Bahasa Indonesia dalam membuat suatu laporan Penelitian.
peserta penelitian dari kelas 6 dengan jumlah 20 siswa, 4 Laki-laki dan 16 perempuan,
 

Pelestarian laut dan pantai

Pelestarian laut dan pantai Desa Lingadan
Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut, pengrusakan hutan bakau, merupakan kegiatan-kegiatan manusia yang merupakan kebutuhanmanusia namun mengancam kelestarian laut dan pantai. Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai disebabkan telah hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang merupakan pelindung alami terhadap gempuran ombak.



Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara:
1) Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.
2) Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.
3) Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
4) Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.
Pelestarian flora dan fauna Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan.
Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:
1) Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.
2) Melarang kegiatan perburuan liar.
3) Menggalakkan kegiatan penghijauan.


Hasil laporan siwa peniliti adalah :
A. 100% siswa melaporkan bahwa pantai Desa Lingadan masih banyak melakukan pembuangan sampah di tepi pantai, sehingga pantai tidak tertata baik, yaitu kurang menjaga kebersihan lingkungan pantai. atau lingkungan pemukiman masyarakat pantai. mengakibatkan banyaknya sumber bibit penyakit seperti malaria.
Setelah siswa melakukan penelitian tentang bagian 1) kebersihan lingkungan  pantai Desa Lingadan maka dirumuskan secara kelompok siswa untuk melakukan :
Upaya Pelestarian Pantai/laut Desa Lingadan adalah :

  •  Melakukan pembersihan lingkungan pantai secara masal oleh masyarakat Desa Lingadan
  • Menjaga air laut tetap bersih dengan cara melarang
    pembuangan sampah dan limbah di laut/pantai Desa Lingadan.
  • Melakukan penataan pantai desa Lingadan sebagai objek wisata penduduk setempat.
  • Melakukan Menanam kembali pohon bakau di sepanjang pantai

MELAKUKAN KEGIATAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN SECARA RUTIN SETIAP BULAN BERJALAN.
JADWAL DAPAT DI SUSUN OLEH APARAT PEMERINTAH SETEMPAT SESUAI DENGAN HASIL RAPAR /MUSYAWARAH DESA.



B. Adanya perlindungan terhadap hewan tertentu yang hidup di laut agar tidak menjadi punah.
100% siswa melaporkan tidak ditemukan alat atau bahan penangkapan hewan tertentu yang hidup di laut. seperti pukat harimau alat penangkapan ikan dengan jaring-jaring kecil, bahan - bahan peledak, tumpukan - tumpukan batu karang dll.
 maka siswa menysun satu ide Pelarangan menggunakan bahan peledak, bahan racun, dan
aliran listrik saat menangkap ikan.
Pelarangan menggunakan jaring yang kecil saat menangkap ikan sebab dengan menggunakan alat tersebut ikan yang masih kecil akan ikut terjaring.
Adanya pelarangan merusak terumbu karang.
Pelaran melalui penyampaian siswa secara lisan kepada para masyarakat nelayan di wilayah pantai desa Lingadan.

dari ahsil laporan ini smoga pihak terkait dapat membaca, mengambil perhatiannya terhadap lingkungan pantai Desa Lingadan.

Tindak lanjut laporan ini dapat di jadwalkan pada minggu 3 bulan oktober 2014, setelak ada response dari pihak pemerintah desa Lingadan.





BAB I
PENDAHULUAN


A.       Latar Belakang Masalah
Masyarakat Desa Lingadan merupakan masyarakat yang berada tepatnya pada pesisir pantai dengan  mata pencahariannya sehari-harinya yaitu nelayan. Masyarakat Desa Lingadan merupakan tempat pusat keramaian karena Desa Lingadan yang berada di Kecamatan Dako Pemean
Sehubungan dengan topik yang kami ambil dalam penelitian ini yaitu “Pencemaran Lingkungan” yang di akibatkan oleh sampah, maka Desa Lingadan ini merupakan lokasi yang kami ambil dalam penelitian.
Sampah merupakan hal yang sangat berpengaruh dan berdampak negatif bagi kesehatan dan kelangsungan masyarakat pesisir pantai (Masyarakat Desa Lingadan ). Tumpukan sampah yang terjadi pada daerah Desa Lingadan ini sunggunh sangat memperihatinkan, karna tidak adanya kesadaran masyarakat setempat untuk mencegah dan menanggulangi masalah tersebut. Pemerintah Desa juga tidak melihat hal ini sebagai suatu kewajiban yang harus mencegah dan melestarikan lingkungan tempat masyarakat Desa Lingadan berdomisili.
Dengan lebih pesat dan meningkatnya kualitas penduduk maka penumukan sampah ini sampai sekarang tidak teratasi. Masyarakat Desa Lingadan merasa resah dan gelisah dengan kondisi lingkungan mereka yang sungguh memperihatinkan, karena banyak masyarakat yang terkena penyakit. Namun masyarakat Desa Lingadan juga tidak sadar dan menyadari bahwa semua itu terjadi karena ulah dan perbuatan dari mereka sendiri.

Indonesia terletak sangat strategis, yaitu di daerah tropis, diapit oleh dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera (Hindia dan Pasifik). Letak yang strategis ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam khususnya pesisir. Wisata bahari, budi daya tambak, pertambangan dan pemukiman adalah beberapa contoh potensi ekonomi yang bernilai tinggi. Tak heran apabila daerah pesisir menjadi daya tarik bagi seluruh pihak untuk mengelolah dan memanfaatkannya dari segi ekonomi maupun politikya. Delinom (2007:2) mendefinisikan, daerah pesisir adalah jalur tanah darat/kering yang berdampingan dengan laut, dimana lingkungan dan tata guna lahan mempengaruhi secara langsung lingkungan ruang bagian laut, dan sebaliknya. Daerah pesisir adalah jalur yang membatasi daratan dengan laut atau danau dengan lebar bervariasi.
Daerah ini selalu berkembang dengan pesatnya pembangunan yang dilakukan berbagai pihak. Pihak-pihak tersebut secara tidak langsung mengakibatkan kerusakan lingkungan karena aktivitas yang dilakukan di darat maupun di laut. Hal ini menjadikan ekosistem pesisir sebagai ekosistem yang rentan terhadap kerusakan dan perusakan baik alami maupun buatan. Penanggulangan atas permasalahan tersebut secara bijak dan tepat dapat mengurangi maupun mencegah kerusakan yang terjadi. Laporan ini menyajikan permasalahan pesisir pantai Desa Lingadan yang diakibat oleh faktor alam maupun manusia beserta penanggulangannya yang tepat atas permasalahan yang dihadapi.

B.        Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas maka masalah yang kami ambil adalah :
1.      Apa yang menyebabkan sehingga terjadinya penumpukan sampah pada masyarakat pesisir khususnya daerah Desa Lingadan .
2.      Apa dampak yang ditimbulkan dari masalah tersebut?
3.      Bagaimana cara mengatasi masalah tersebut ?
4.      Bagaimana cara pengelolaan sampah yang merupakan proses daur ulang?

C.       Tujuan Penulisan
Adapun tujuan yang di maksud adalah untuk mengetahui dan memahami masalah kesehatan lingkungan hidup yang terjadi pada masyarakat pesisir khususnya daerah Desa Lingadan .




BAB II
LANDASAN TEORI


A.       Landasan Teori
Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan biasa di bedakan menjadi 2, yaitu lingkungan biotik dan abiotik. 
Persoalan lingkungan hidup merupakan persoalan yang bersifat sistemik, kompleks, serta memiliki cakupan yang luas. Oleh sebab itu, materi atau isu yang diangkat dalam penelitian pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah  juga sangat beragam. Sesuai dengan kesepakatan nasional tentang Pembangunan Berkelanjutan yang ditetapkan dalam Indonesian Summit on Sustainable Development (ISSD) di Yogyakarta pada tanggal 21 Januari 2004, telah ditetapkan 3 (tiga) pilar pembangunan berkelanjutan yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Kehidupan manusia tidak bisa di pisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan social. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. kita makan minum menjaga kesehatan semuannya memerlukan lingkungan.
Adapun berdasarkan UU No.23 tahun 1997 lingkungan hidup adalah kesesuaian ruang dengan semua benda dan kesatuan mahluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya.
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Demikian pengertian lingkungan hidup sebagaimana dalam Undang-undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sampah adalah tempat mengkarantinakan sampah atau menimbun sampah yang diangkut dari sumber sampah sehingga tidak mengganggu lingkungan.
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak. Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi. Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan,  manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi.
1.          Adapun dampak negatif yang ditimbulkan dari sampah yang tidak dikelola dengan baik adalah sebagai berikut:
a.          Gangguan Kesehatan:
Timbulan sampah dapat menjadi tempat pembiakan lalat yang dapat mendorong penularan infeksi dan dapat menimbulkan penyakit yang terkait dengan tikus.
b.          Menurunnya kualitas lingkungan
c.          Menurunnya estetika lingkungan
Timbulan sampah yang bau, kotor dan berserakan akan menjadikan lingkungan tidak indah untuk dipandang mata.
d.         Terhambatnya pembangunan negara
Dengan menurunnya kualitas dan estetika lingkungan, mengakibatkan pengunjung atau wisatawan enggan untuk mengunjungi daerah wisata tersebut karena merasa tidak nyaman, dan daerah wisata tersebut menjadi tidak menarik untuk dikunjungi. Akibatnya jumlah kunjungan wisatawan menurun, yang berarti devisa negara juga menurun.

Sebelum kita melakukan penelitian dan dampaknya terhadap masyarakat pesisir, terlebih dahulu harus dilakukan pencarian lokasi yang sampahnya sangat mempengaruhi lingkungan pada masyarakat pesisir pantai karena suatu Sampah sudah tentu dan pasti akan menimbulkan dampak negatif.

B.        LOKASI
Lokasi tempat kami malakukan observasi yaitu di Desa Lingadan . Observasi tersebut di lakukan pada hari Rabu 8 Oktober 2014 pada pukul 08.30 s/d selesai.



C.       PROSEDUR
Adapun prosedur yang di lakukan pada saat pengambilan data yaitu dengan cara sebagi berikut :
a)          Teknik observasi ( pengamatan) : teknik ini di lakukan untuk mendapatkan hasil mengenai keadaan atau kondisi lokasi yang di amati.
b)         Teknik interview ( wawancara) : teknik ini di lakukan untuk mendapatkan data primer maka menggunakan teknik wawancara. wawancara  yang pelaksanaanya di lakukan secara bebas dan menggunakan pertanyaan –pertanyaan terbuka yang di lakukan sacara porpusive dengan narasumber atau responden yang dalam hal ini adalah masyarakat di pesisir pantai tempat penumpukan sampah.

Pada hari Rabu 8 Oktober 2014 pada pukul 08.30 kami berkunjung ke pantai Desa Lingadan  untuk melakukan observasi di tempat penumpukan sampah. Sebelum kami melakukan observasi dan wawancara di lokasi tersebut terlebih dahulu kami berkunjung ke Tempat istirahatan para nelayan  salah satu warga setempat dengan tujuan untuk meminta izin melakukan wawancara dengan beliau dan masyarakat sekitar. Sebelum melakukan wawancara dengan warga,  kami yang beranggotakan 20 orang siswa yang ditugaskan oleh guru kelas 6 untuk melakuakan penelitian sampah dan dampaknya oleh masyarakat pesisir pantai.
Sebelum malakukan wawancara kami memilih lokasi yang akan di wawancara. Kami sekelompok mulai melakukan wawancara kepada salah satu warga di lingkungan Desa Lingadan  Pada setiap warga yang kami wawancarai menyambut kami dengan baik. kami mewawancarai warga dengan cara berkunjung ke pelabuhan Nelayan. Hal pertama yang kami lakukan pada saat wawancara yaitu setiap siswa berkenalan dengan warga yang kami kunjungi, pada saat wawancara kami menanyakan nama, umur, jumlah anggota keluarga dan pekerjaan. Setelah itu kami mulai mewancarai dan mengajukan beberapa pertanyaan kepada warga yaitu sesuai dengan instrument pengamatan lapangan yang kami amati. Setiap pertanyaan yang kami ajukan pada setiap warga, tiap kelompok sama dan hampir semua jawaban sama dari setiap warga yang kami wawancarai. Warga yang kami wawancarai menjawab setiap pertanyaan yang kami ajukan dengan bahasa baku yang belum begitu baik tapi kami sudah senang karna mereka sudah bisa menjawab pertanyaan yang kami ajukan.
Pada saat melakukan wawancara di antara kami melakukan kegiatan lain yaitu mengambil gambar ketika kami sedang malakukan wawancara kegiatan tersebut kami lakukan secara bergantian. Setelah melakukan wawancara dengan warga kami pun kembali berkumpul.
Setelah kami melakukan tinjauan lokasi, kami pun pulang kembali ke sekolah


D.       Hasil Pengamatan Dan Wawancara Berupa Data Dan Deskripsi Lokasi

a.          Hasil pengamatan dan wawancara berupa data

Hasil wawancara pada masyarakat setempat Kelompok oleh pertama :

1)         Nama                         : Bapak
Umur                           :      Tahun
Pekerjaan                    : Nelayan
Hasil wawancara        :
*         Mengapa sampai terjadi pemupukan sampah yang begitu padat di tempat ini pak?. Khususnya pada di wilayah ini
Jawab:
Terjadinya penumpukan sampah yang begitu banyak ini karena tidak adanya kesadaran dari masyarakat setempat karena hal ini terjadi bukan dari masyarakat yang berada di tempat ini saja, Sebab sampah-sampah ini juga dari aliran got pembuangan lain
 *          Apakah selama ini tidak ada respon dari pemerintah untuk mengatasi hal ini ?
Jawab:
Pada tahun 2014 warga setempat mengajukan permohonan ke pemerintah Desa untuk pembuatan bak sampah dan tanggul pada daerah ini. Dan pemerintah Desa menanggapinya dengan baik.Namun sampai sekarang  apa yang diharapkan oleh warga setempat tidak terlaksana.

*      Apakah warga setempat juga membuang sampah pada tempat ini?
Jawab :
Ia. Kami warga setempat juga membuang sampah ke laut.

*          Bagaimana jika terjadi air pasang? Apakah rumah-rumah yang berada pada pesisir pantai ini tergenangi oleh tumpukan sampah?
Jawab:
Jika terjadi air pasang maka rumah-rumah yang berada pada pesisir pantai ini tergenang oleh air dan tumpukan sampah. Karena dulunya warga yang sekarang berada pada pesisir pantai ini jauh dari air laut. Tapi, sekarang ini air laut sudah dekat dengan rumah-rumah yang berada pada masyarakat pesisir pantai ini. Jika pada musim timur, warga masyarakat sangat terganggu dengan sampah yang berserakan di sekeliling rumah mereka.

Hasil wawancara pada masyarakat setempat Kelompok oleh ke-2:

2)      Nama                         : Bapak 
Umur                           :  Tahun
Pekerjaan                    : Nelayan
Hasil wawancara        :

*         Bagaimana dampaknya bagi kelangsungan hidup masyarakat setempat setelah terjadinya masalah ini?
Jawab:
Jika hal ini terjadi banyak masyarakat yang merasa resah. Karena banyak lalat dan nyamuk dari penumpukan sampah tersebut, dan hal ini terjadi bukan sekarang ini saja, tetapi sudah lama. Sehingga ada sebagian warga yang terserang penyakit, diantaranya Sakit kepala, sakit perut, gatal-gatal,  dan DBD.

*      Apa yang dilakukan warga agar penumpukan Sampah ini tidak berpengaruh bagi kelangsungan hidup warga setempat?
Jawab:
Warga mengadakan permohonan kepada pemerintah Desa agar mengadakan bak sampah dan tanggul. Tapi sampai saat ini juga permohonan tersebut tidak terealisasi. Mau di cegah juga sulit, karena ketidakadanya kesadaran dari pada masyarakat. Sebab mereka menganggap bahwa laut merupakan tempat pembuangan sampah terbesar. Sehingga hal ini terus menerus terjadi.

*      Dimana warga setempat membuang sampah?
Jawab :
Kami membuang sampah di lokasi pantai

*         Bagaimana dampaknya bagi kelangsungan hidup masyarakat setempat setelah terjadinya masalah tersebut?
Jawab:
Merasa tidak nyaman karena banyak lalat. Ketika ada tamu yang datang kerumah, saya sering merasa tidak nyaman karena bau busuk yang tidak menyenangkan.

b.         Deskripsi Lokasi
Komplek Desa Lingadan merupakan tempat yang kami kunjungi Desa Lingadan merupakan salah satu tempat tergenang dan bertumpuknya sampah.
Desa Lingadan merupakan kompleks yang berada di tengah Desa yang letaknya berada di pesisir pantai yang pemandangannya sangat indah serta hamparan laut biru dan bukit-bukit tinggi Aroma laut dan udara yang masih alami serta warga-warga yang sangat ramah menambah indahnya pesona .
Pemandangan sepanjang pantai menuju kompleks Desa Lingadan ini sangatlah indah. Di kelilingi kapal-kapal kecil  dan perahu yang sedang mengapung, pemandangan laut yang dapat di lihat sepanjang pantai.
Namun, di Kompleks Desa Lingadan yang berada dekat dengan pesisir pantai ini warga tampaknya tidak mau tahu dengan kesehatan lingkungan di sekitar rumah mereka. Mereka membuang sampah tidak pada tempatnya tetapi membuang sampah di tepi laut. Bagaimana kesehatan mereka dapat terjaga kalau mereka selalu membuang sampah tidak pada tempatnya, malahan dari ulah mereka sendirilah sehingga mereka selalu di serang penyakit.



BAB III
PEMBAHASAN


Pendidikan lingkungan Hidup (environmental education – EE) adalah suatu proses untuk membangun populasi manusia di dunia yang sadar dan peduli terhadap lingkungan total (keseluruhan) dan segala masalah yang berkaitan dengannya, dan masyarakat yang memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap dan tingkah laku, motivasi serta komitmen untuk bekerja sama, baik secara individu maupun secara kolektif , untuk dapat memecahkan berbagai masalah lingkungan saat ini, dan mencegah timbulnya masalah baru [UN - Tbilisi, Georgia - USSR (1977) dalam Unesco, (1978)].
Masalah kesehatan lingkungan baik itu penyediaan air bersih, pembuangan sampah dan kotoran manusia merupakan salah satu dari berbagai masalah kesehatan yang kerap terjadi di berbagai daerah. Penyediaan sarana kesehatan lingkungan terutama dalam pelaksanaannya tidaklah mudah, karena menyangkut peran serta masyarakat yang biasanya sangat erat kaitannya dengan perilaku, tingkat ekonomi, kebudayaan dan pendidikan.
Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pendaur-ulangan , atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yang dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau keindahan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam . Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat, cair, gas, atau radioaktif dengan metoda dan keahlian khusus untuk masing masing jenis zat.
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak. Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi. Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi. Jenis-jenis sampah Berdasarkan sifatnya
Sampah organic dapat diurai (degradable). Sampah Organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Termasuk sampah organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, dan daun
 Sampah anorganik – tidak terurai (undegradable) Sampah Anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol plastik, tas plastik, dan kaleng.

1.      Jenis-jenis sampah Berdasarkan bentuknya
a.          Sampah Padat
Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine dan sampah cair. Dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, sampah kebun, plastik, metal, gelas dan lain-lain.
Menurut bahannya sampah ini dikelompokkan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik Merupakan sampah yang berasal dari barang yang mengandung bahan-bahan organik, seperti, kotoran hewan, kertas, potongan-potongan kayu dari peralatan rumah tangga, potongan-potongan ranting, rumput pada waktu pembersihan kebun dan sebagainya.

b.         Sampah Cair
Sampah cair ada dan tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.Limbah hitam: sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung patogen yang berbahaya.Limbah rumah tangga: sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi dan tempat cucian. Sampah ini mungkin mengandung patogen.Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas.

2.          Pengelolaan sampah merupakan proses yang diperlukan dengan dua tujuan:
1

BAB
KESIMPULAN


A.       KESIMPULAN

Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan biasa di bedakan menjadi 2, yaitu lingkungan biotik dan abiotik. 
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses.
Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak. Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi. Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan,  manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi.
Sebagian besar Masyarakat Desa Lingadan bekerja sebagai nelayan. Oleh karena itu, laut sangat berpengaruh besar bagi kelangsungan hidup. Laut di gunakan sebagai pemenuhan kebutuhan dan sebagai sumber penghasilan bagi masyarakat Apui. Pencemaran laut akan sangat berpengaruh bagi para nelayan, karena sampah-sampah yang berserahkan akan mempersulit para nelayan dalam managkap ikan.
Untuk mencegah terjadinya pencemaran tersebut warga seharusnya membiasakan membuang sampah pada tempatnya dan sampah-sampah yang telah menumpuk di buang ke tempat pembuangan sampah yang tepat. Agar keindahan alam yang terdapat di Desa Lingadan tetap terjaga kelestariannya.

B.        SARAN
Dari penelitian yang telah dilakukan, maka Penulis dapat memberikan saran sebagai berikut :
1.         Kepada masyarakat khususnya masyarakat pesisir pemukiman Desa Lingadan. agar lebih memperhatikan lingkungan mereka yang sudah dicemari oleh berbagai tumpukan sampah karena walaupun hal ini terjadi bukan dari masyarakat setempat saja tapi juga merupakan masyarakat yang ada pada daerah pasar  maka perlu adanya kesadaran agar mengurangi pembuangan sampah secara berlebihan agar tidak terjadi pencemaran lingkungan karna akan menimbulkan efek buruk bagi diri kita.
2.         Kepada instansi terkait terutama Dinas Pemeliharaan dan Penanggulangan Lingkungan Hidup agar lebih memperhatikan lingkungan yang tercemar demi kesehatan dan kelangsungan hidup bersama.